Tentang dua kepala

Tentang dua kepala...


Menghadapi kepala kita sendiri itu terkadang sulit. Kadang kita sendiri gak paham sama apa yang kita pikir dan kita mau. Tapi, kenapa kita mau untuk menerima satu kepala lagi hadir dalam diri kita? PACAR, ya inilah satu kepala yang terkadang malah membuat kita jauh lebih bingung. Bagaimana tidak, dua ekor kepala mencoba untuk melebur menjadi satu. Salah-salah malah terkadang kepala terasa mau pecah. Dua pribadi yang keras susah untuk disatukan. Tapi kenapa kita memaksa untuk tetap bertahan dan mencoba untuk mempersatukannya? Suatu hal yang bodoh. Tapi terkadang tak selalu bertabrakan. Ada kalanya satu kepala memilih untuk mengalah, meski enggan untuk selalu mengalah. Yaaaah, itulah diri kita. Hidup dengan satu kepala terkadang amat sangat membosankan. Tetapi, dengan adanya satu kepala lain dalam hidup kita juga membuat kita gerah. Itulah kuasa Tuhan. Mengapa DIA menciptakan suatu unsur yang terdiri dari beberapa huruf yang jika disatukan akan menjadi satu kata yang berarti, yaitu C-I-N-T-A. Berawal dari benih-benih rasa sayang yang hadir di setiap kepala sehingga menumbuhkan CINTA diantara dua kepala yang saling berkaitan. Jangan selalu menganggap kita yang benar. Untuk apa Tuhan menciptakan dirinya (sosok yang kita cintai) jika bukan untuk membenarkan salah yang kita buat, menjaga saat kita terancam, menemani saat kita sendiri, dan mendengarkan saat kita ingin bersuara. Sayangi dia yang kita sayang, cintai dia yang kita cinta. Sejatinya yang keras bisa dilembutkan, yang angkuh bisa dirobohkan, yang biasa bisa menjadi luarbiasa dan yang tak sempurna akan menjadi sesempurna yang kita inginkan bila kita mau sabar dan saling memahami. =)

Good luck buat kalian semua (tanpa terkecuali).
-monyet chabell-

0 komentar:

Senin, 23 Januari 2012

Tentang dua kepala


Tentang dua kepala...

Menghadapi kepala kita sendiri itu terkadang sulit. Kadang kita sendiri gak paham sama apa yang kita pikir dan kita mau. Tapi, kenapa kita mau untuk menerima satu kepala lagi hadir dalam diri kita? PACAR, ya inilah satu kepala yang terkadang malah membuat kita jauh lebih bingung. Bagaimana tidak, dua ekor kepala mencoba untuk melebur menjadi satu. Salah-salah malah terkadang kepala terasa mau pecah. Dua pribadi yang keras susah untuk disatukan. Tapi kenapa kita memaksa untuk tetap bertahan dan mencoba untuk mempersatukannya? Suatu hal yang bodoh. Tapi terkadang tak selalu bertabrakan. Ada kalanya satu kepala memilih untuk mengalah, meski enggan untuk selalu mengalah. Yaaaah, itulah diri kita. Hidup dengan satu kepala terkadang amat sangat membosankan. Tetapi, dengan adanya satu kepala lain dalam hidup kita juga membuat kita gerah. Itulah kuasa Tuhan. Mengapa DIA menciptakan suatu unsur yang terdiri dari beberapa huruf yang jika disatukan akan menjadi satu kata yang berarti, yaitu C-I-N-T-A. Berawal dari benih-benih rasa sayang yang hadir di setiap kepala sehingga menumbuhkan CINTA diantara dua kepala yang saling berkaitan. Jangan selalu menganggap kita yang benar. Untuk apa Tuhan menciptakan dirinya (sosok yang kita cintai) jika bukan untuk membenarkan salah yang kita buat, menjaga saat kita terancam, menemani saat kita sendiri, dan mendengarkan saat kita ingin bersuara. Sayangi dia yang kita sayang, cintai dia yang kita cinta. Sejatinya yang keras bisa dilembutkan, yang angkuh bisa dirobohkan, yang biasa bisa menjadi luarbiasa dan yang tak sempurna akan menjadi sesempurna yang kita inginkan bila kita mau sabar dan saling memahami. =)

Good luck buat kalian semua (tanpa terkecuali).
-monyet chabell-

0 komentar on "Tentang dua kepala"

Posting Komentar