Tentang dua
kepala...
Menghadapi kepala
kita sendiri itu terkadang sulit. Kadang kita sendiri gak paham sama apa yang
kita pikir dan kita mau. Tapi, kenapa kita mau untuk menerima satu kepala lagi
hadir dalam diri kita? PACAR, ya inilah satu kepala yang terkadang malah
membuat kita jauh lebih bingung. Bagaimana tidak, dua ekor kepala mencoba untuk
melebur menjadi satu. Salah-salah malah terkadang kepala terasa mau pecah. Dua
pribadi yang keras susah untuk disatukan. Tapi kenapa kita memaksa untuk tetap
bertahan dan mencoba untuk mempersatukannya? Suatu hal yang bodoh. Tapi
terkadang tak selalu bertabrakan. Ada kalanya satu kepala memilih untuk
mengalah, meski enggan untuk selalu mengalah. Yaaaah, itulah diri kita. Hidup
dengan satu kepala terkadang amat sangat membosankan. Tetapi, dengan adanya
satu kepala lain dalam hidup kita juga membuat kita gerah. Itulah kuasa Tuhan.
Mengapa DIA menciptakan suatu unsur yang terdiri dari beberapa huruf yang jika
disatukan akan menjadi satu kata yang berarti, yaitu C-I-N-T-A. Berawal dari
benih-benih rasa sayang yang hadir di setiap kepala sehingga menumbuhkan CINTA
diantara dua kepala yang saling berkaitan. Jangan selalu menganggap kita yang
benar. Untuk apa Tuhan menciptakan dirinya (sosok yang kita cintai) jika bukan
untuk membenarkan salah yang kita buat, menjaga saat kita terancam, menemani
saat kita sendiri, dan mendengarkan saat kita ingin bersuara. Sayangi dia yang
kita sayang, cintai dia yang kita cinta. Sejatinya yang keras bisa dilembutkan,
yang angkuh bisa dirobohkan, yang biasa bisa menjadi luarbiasa dan yang tak
sempurna akan menjadi sesempurna yang kita inginkan bila kita mau sabar dan
saling memahami. =)
Good luck buat kalian
semua (tanpa terkecuali).
-monyet chabell-



0 komentar:
Posting Komentar