Saat Aku Selabil Temanku :')

Aku pernah mempunyai seorang pacar, lebiih tepatnya pacar pertama. Selama duatahun lebih beberapa bulan aku menjalllin hubungan yang sebenernya sangat menyiksa batinku. kenapa sampe duatahun? ya, karena akunya aja yang begok -ini pendapat dari teman-teman terdekatku- dan mau-maunya dibegoin sampe selama itu. tidak jarang teman dan kerabat memberikan komentar-komentar pahit mengenai hubunganku dan dia -mantan- tidak hanya itu berbagai pendapat dan saranpun tidak jarang keluar dari bibir polos kerabat yang bagai malaikat dalam hidupku. namun tak jarang juga aku mengabaikan semua perkataan mereka. bagiku -saat itu- semua omongan, komentar dan pendapat dari mereka hanyalah omong kosong yang tak berarti. "ini hubunganku, yang ngejalanin juga aku. bukan kalian! so, tau apa kalian tentang aku dan dia?!" pikiran yang simple namun sangat bodoh bagiku kini.
aku dan temanku -kala itu-

aku dan temanku -sekarang-
sebaik dan sebenar apapun yang teman katakan pasti ga ada nilainya dibanding semua kebusukan yang dibuat oleh -pacar- orang yang lagi kita bangga-banggain. tapi, begitu kita udah tau gimana buruknya -pacar- orang yang selama ini kita elu-eluin, pasti deh larinya bakal balik ke pundak temen yang kala itu teramat buruk dimata kita.


inilah yang aku alami sekarang, teman yang sudah akrab denganku tigatahun silam dengan piciknya menilai aku seburuk perkataan dari mulut dower kekasihnya. aku lebih mengenal kekasihmu, jauh lebih dulu aku mengenalnya ketimbang kamu. bahkan manis dan pahit dari bibir tipisnyapun sudah sangat akrab bagiku. tidak heran jika kini aku kembali lagi di cap jelek oleh gadismu itu kawan. bahkan aku pun tidak heran ketika kamu jauh memilih untuk mendengarkan semua tutur manja dari mulutnya yang berbisa! aku pun pernah berada di dalam posisimu kawan -kamu yang kini menganggapku lawan-, sama akupun kala itu juga selabil dirimu. terlalu mementingkan dia yang sangat berharga di pelupuk mata, namun menyianyiakan sesuatu yang teramat berharga bahkan sangat penting bagi hidup kita, yang tak lain adalah seorang teman.

"terserah kamu mau menganggap aku apa, sekarang aku hanyalah lawan di pelupuk matamu. aku tidak akan marah ataupun benci, terutama dengan dirimu. disini aku hanya bisa tersenyum kecil melihatmu dan dirinya. ingatlah, jika kau membutuhkanku -lagi- pundak, mulut, otak, telinga dan hatiku masih bisa kau jadikan tempat sampah dan semua macam keluh kesahmu"
aku yg selalu ada buat kamu, teman :)

0 komentar:

Minggu, 29 Januari 2012

Saat Aku Selabil Temanku :')


Aku pernah mempunyai seorang pacar, lebiih tepatnya pacar pertama. Selama duatahun lebih beberapa bulan aku menjalllin hubungan yang sebenernya sangat menyiksa batinku. kenapa sampe duatahun? ya, karena akunya aja yang begok -ini pendapat dari teman-teman terdekatku- dan mau-maunya dibegoin sampe selama itu. tidak jarang teman dan kerabat memberikan komentar-komentar pahit mengenai hubunganku dan dia -mantan- tidak hanya itu berbagai pendapat dan saranpun tidak jarang keluar dari bibir polos kerabat yang bagai malaikat dalam hidupku. namun tak jarang juga aku mengabaikan semua perkataan mereka. bagiku -saat itu- semua omongan, komentar dan pendapat dari mereka hanyalah omong kosong yang tak berarti. "ini hubunganku, yang ngejalanin juga aku. bukan kalian! so, tau apa kalian tentang aku dan dia?!" pikiran yang simple namun sangat bodoh bagiku kini.
aku dan temanku -kala itu-

aku dan temanku -sekarang-
sebaik dan sebenar apapun yang teman katakan pasti ga ada nilainya dibanding semua kebusukan yang dibuat oleh -pacar- orang yang lagi kita bangga-banggain. tapi, begitu kita udah tau gimana buruknya -pacar- orang yang selama ini kita elu-eluin, pasti deh larinya bakal balik ke pundak temen yang kala itu teramat buruk dimata kita.


inilah yang aku alami sekarang, teman yang sudah akrab denganku tigatahun silam dengan piciknya menilai aku seburuk perkataan dari mulut dower kekasihnya. aku lebih mengenal kekasihmu, jauh lebih dulu aku mengenalnya ketimbang kamu. bahkan manis dan pahit dari bibir tipisnyapun sudah sangat akrab bagiku. tidak heran jika kini aku kembali lagi di cap jelek oleh gadismu itu kawan. bahkan aku pun tidak heran ketika kamu jauh memilih untuk mendengarkan semua tutur manja dari mulutnya yang berbisa! aku pun pernah berada di dalam posisimu kawan -kamu yang kini menganggapku lawan-, sama akupun kala itu juga selabil dirimu. terlalu mementingkan dia yang sangat berharga di pelupuk mata, namun menyianyiakan sesuatu yang teramat berharga bahkan sangat penting bagi hidup kita, yang tak lain adalah seorang teman.

"terserah kamu mau menganggap aku apa, sekarang aku hanyalah lawan di pelupuk matamu. aku tidak akan marah ataupun benci, terutama dengan dirimu. disini aku hanya bisa tersenyum kecil melihatmu dan dirinya. ingatlah, jika kau membutuhkanku -lagi- pundak, mulut, otak, telinga dan hatiku masih bisa kau jadikan tempat sampah dan semua macam keluh kesahmu"
aku yg selalu ada buat kamu, teman :)

0 komentar on "Saat Aku Selabil Temanku :')"

Posting Komentar