Sambil
mengusap muka dengan kedua telapak, ku buka kedua kelopak mataku. Terasa ada
yang basah dipipiku, saat kuusap ternyata air mata yang mengalir dari mataku.
Dagdigdug jantungku masih terasa, tidak seperti biasanya kali ini sedikit lebih
cepat. Enggan untuk mengingatnya , tetapi kejadian itu masih jelas di benakku.
Seolah-olah ada orang yang memutarkannya kembali di dalam memori otakku. “oh
Tuhan, terlalu cepat semua ini bagiku” bisikku perlahan kepada Tuhan.
![]() | |||
| wajah ceria anak SMA |
Setelah menyaksikan berbagai pertunjukan yang disajikan oleh adik-adik kelas, para bintang tamu dan teman-teman seangkatanku, kini saatnya satu demi satu nama dipanggil untuk menanaiki panggung yang sudah dihias dan sudah disiapkan oleh dewan guru secara apik. Pembagian rapot dan ijazah sudah di mulai. Semua tawapun perlahan terhenti di barisan tempat aku dan anak-anak kelas duabelas lainnya duduk menunggu nama kita dipanggil. Dimulai dari kelas duabelas ips dan selanjutnya giliran untuk kelas ipa. Mendadak telapak tanganku terasa dingin. Jantungku seolah bekerja di luar kendalinya. Mataku terasa berat dan panas. Teees...air matakupun menetes, aku berusaha menahan dan memilih untuk memejamkan mata sesaat. Genggaman salah satu teman sekelasku membuat aku kembali membuka mata. “heyy, sekarang giliranmu. Cepat maju sana” ucap gadis yang telah mengisi hari-hariku selama aku bersekolah di SMA ini. Kakiku gemetar, badanku panas dingin. Aku berjalan sangat lambat dan pelan. Bukan karena sempitnya kebaya yang aku pakai dan juga bukan karena aku malu untuk berjalan di depan ratusan pasang mata. Sebenarnya aku berharap bahwa detik ini aku tidak berada dalam situasi yang teramat berat ini. Masa SMA akan segera berakhir saat acara pembagian ijazah dan pelepasan murid kelas duabelas ini selesai. “Tuhaaan, aku gak sanggup. Gak sanggup meninggalkan semua kenangan di gedung ini. Aku gak sanggup untuk meninggalkan tawa dan canda yang telah aku goreskan di setiap dinding di gedung yang telah memberiku banyak ilmu.” Langkahku makin mendekati panggung itu. Sudah ada wali kelas, beberapa dewan guru dan kepala sekolah menungguku disana. Mau tak mau aku harus segera menghampiri mereka.
![]() |
| saat guru asyik menerangkan |
“ya Tuhan, akankah sesedih dan seberat
itu perpisan yang akan terjadi beberapa bulan lagi?” akupun mengusap air mata
dan bergegas mandi untuk bersiap-siap berangkat sekolah dan bertemu dengan
wajah riang sahabat dan kerabatku. Mimpi semalam membuatku enggan untuk
melewatkan sedetikpun waktu yang aku punya untuk bersama teman-temanku.
Setidaknya aku masih punya beberapa hari lagi untuk tertawa bersama mereka,
walaupun hari yang sangat berat itu akan datang dengan cepat. AKU SAYANG KALIAN
=) *angkatan 2011-2012.
-MONYET- / 22.1.12




0 komentar:
Posting Komentar