Saat Aku Selabil Temanku :')

Aku pernah mempunyai seorang pacar, lebiih tepatnya pacar pertama. Selama duatahun lebih beberapa bulan aku menjalllin hubungan yang sebenernya sangat menyiksa batinku. kenapa sampe duatahun? ya, karena akunya aja yang begok -ini pendapat dari teman-teman terdekatku- dan mau-maunya dibegoin sampe selama itu. tidak jarang teman dan kerabat memberikan komentar-komentar pahit mengenai hubunganku dan dia -mantan- tidak hanya itu berbagai pendapat dan saranpun tidak jarang keluar dari bibir polos kerabat yang bagai malaikat dalam hidupku. namun tak jarang juga aku mengabaikan semua perkataan mereka. bagiku -saat itu- semua omongan, komentar dan pendapat dari mereka hanyalah omong kosong yang tak berarti. "ini hubunganku, yang ngejalanin juga aku. bukan kalian! so, tau apa kalian tentang aku dan dia?!" pikiran yang simple namun sangat bodoh bagiku kini.
aku dan temanku -kala itu-

aku dan temanku -sekarang-
sebaik dan sebenar apapun yang teman katakan pasti ga ada nilainya dibanding semua kebusukan yang dibuat oleh -pacar- orang yang lagi kita bangga-banggain. tapi, begitu kita udah tau gimana buruknya -pacar- orang yang selama ini kita elu-eluin, pasti deh larinya bakal balik ke pundak temen yang kala itu teramat buruk dimata kita.

Nadin Keysadewa

Pagi ini sangat cerah, awan putih menghiasi dinding-dinding langit. Untuk hari ini anginpun tidak terlalu berambisi untuk berhembus, cukup berlarian dengan santai sehingga memberikan sepoian tiap hembusan nafasnya. Mataharipun belum nampak terlalu menyengat, namun cukup memberi kehangatan untuk tubuh setiap individu. Mendung dan gelapnya hari kemarin seakan terhapus oleh indahnya pagi ini. "heeem, very beautiful on sunday morning" sambil membuka jendela dan menghirup udah segar yang tidak dapat dirasakan oleh kakakku yang cantik.

Aku Suka Karena Menarik

Jika berbicara mengenai KESUKAAN, pastinya setiap individu memiliki kesukaan masing-masing di dalam dirinya. Begitu juga dengan aku. Mungkin banyak anak laki-laki menyukai segala hal-hal yang berbau bola, otomotif, sport, tantangan dan lain-lain. Begitu juga halnya dengan para gadis, makhluk yang tercipta dari satu potongan tulang rusuk laki-laki ini banyak menyukai hal-hal seperti menari, membaca, menulis, atau kegiatan lain yang juga tak kalah mengasyikan. Aku sebagai kaum hawa juga tidak mau kalah. Jika kamu bertanya *apa hal yang paling kamu sukai?* atau *apa kesukaanmu?*, inilah jawabanku...

Pelangi dari Tuhan =)


*sesali tak sejak dulu ku miliki dirimu. Ternyata kaulah yang paling mengertiku* kunyanyikan sebuah lagu sambil diiringi petikkan dawai gitar yang merdu hanya untuk kamu, Nisya Kiyara. Semoga kamu mendengarnya di kejauhan sana =)

Pelangi dari Tuhan

         Deringan telepon genggamku membangunkan tidurku yang lelap. “siaaal, dasar anak baweeel” gerutuku dalam hati saat mengetahui bahwa itu sekedar misscall dari Icha. Tanpa memperdulikan kelakuan isengnya yang sudah sangat sering seperti itu, akupun melanjutkan tidurku di hari libur yang tenang ini.
     “Dikaaa, bangun dooong. Ini aku, Vera” suara lembut itu kali ini membuat aku sangat bersemangat untuk membuka mata.
        “Ichaaaaaaaaa! Ngapain sih lo ada disini? Trus, mana Vera? Lo dateng sama dia kan?” bukannya menjawab semua pertanyaanku, anak ingusan ini malah ketawa cekikikan. Eiiits, jangan bilang kalo yang ngebangunin gue tadi itu lo mak lampir?!”
         “he-em” angguknya pelan namun mengiyakan.


Mata-mata Sekolah


Hembusan angin yang sejuk menyapaku setiap pagi. Membangunkanku dari lelapnya tidur semalam. Membuyarkan mimpi indah yang semalam sedang berkeliaran dilelapan pejamku. Menyegarkanku sesaat kabut masih menggelayutiku. Menggiringku untuk segera melangkahkan kaki untuk mengejar mimpi yang akan aku kejar lewat bangku-bangku diam itu. Segera bersolek selayaknya gadis berseragam putih abu-abu lainnya. Dan yang tak terlupakan “ Paaa, Maaa...uang sanguku mana? “. Segera berangkat dengan berbagai perasaan yang berbeda setiap harinya. Kadang bahagia, malas untuk berangkat, kadang kala tergesah-gesah karena tugas yang menumpuk dan belum terselesaikan, dan juga terkadang aku sangat tidak sabaran untuk segera tiba di satu gedung yang berpagar sederhana namun menyimpan sejuta kejutan di dalamnya dan juga berisikan orang-orang pandai yang dengan ikhlas membagikan ilmunya kepada muridnya. SEKOLAH. Ya, sekolah-lah tempat yang aku maksud. Tempat yang setiap harinya aku jadikan tempat untuk menghabiskan waktu.
Inilah Gedung dimana Aku, Dia dan Memulai Masa Depan.


Sekolah. Entah getaran apa yang aku rasakan saat aku memikirkan kata S-E-K-O-L-A-H. Tempat dimana aku dilatih berbagai cara untuk meraih cita-citaku. Tempat dimana aku mendapatkan banyak pengalaman mengenai berbagai hal. Tempat dimana aku memiliki lebih dari dua orang papa dan mama selain kedua orang tuaku. Tempat dimana aku bercerita tentang semua kesombongan yang aku punya. Tempat dimana aku merasakan kenyamanan saat aku benar-benar sendiri. Dan tempat dimana aku belajar mengarang kata-kata ini, serangkaian kalimat yang dulu menurutku teramat sulit. Mungkin jika aku menceritakan setiap detil dari S-E-K-O-L-A-H, lembaran kertas dan ribuan halaman tidak cukup untuk menampung tulisan jelekku ini. Jadi, singkat cerita aku akan sedikit menuliskan sekelumit hasil dari MATA-MATA SEKOLAH yang aku alami sendiri.

“... ya, sayalah wali kelas kalian semua. Selamat bekerja sama di kelas ini, XII-IPA 1”
“ horeeeeeeeeeeeee...horeee” seru 28 murid yang sudah resmi menyabet gelar sebagai kakak kelas tertinggi di sekolah.


ES-EM-A :)

Sambil mengusap muka dengan kedua telapak, ku buka kedua kelopak mataku. Terasa ada yang basah dipipiku, saat kuusap ternyata air mata yang mengalir dari mataku. Dagdigdug jantungku masih terasa, tidak seperti biasanya kali ini sedikit lebih cepat. Enggan untuk mengingatnya , tetapi kejadian itu masih jelas di benakku. Seolah-olah ada orang yang memutarkannya kembali di dalam memori otakku. “oh Tuhan, terlalu cepat semua ini bagiku” bisikku perlahan kepada Tuhan.
wajah ceria anak SMA


     

    

Tentang dua kepala

Tentang dua kepala...


Menghadapi kepala kita sendiri itu terkadang sulit. Kadang kita sendiri gak paham sama apa yang kita pikir dan kita mau. Tapi, kenapa kita mau untuk menerima satu kepala lagi hadir dalam diri kita? PACAR, ya inilah satu kepala yang terkadang malah membuat kita jauh lebih bingung. Bagaimana tidak, dua ekor kepala mencoba untuk melebur menjadi satu. Salah-salah malah terkadang kepala terasa mau pecah. Dua pribadi yang keras susah untuk disatukan. Tapi kenapa kita memaksa untuk tetap bertahan dan mencoba untuk mempersatukannya? Suatu hal yang bodoh. Tapi terkadang tak selalu bertabrakan. Ada kalanya satu kepala memilih untuk mengalah, meski enggan untuk selalu mengalah. Yaaaah, itulah diri kita. Hidup dengan satu kepala terkadang amat sangat membosankan. Tetapi, dengan adanya satu kepala lain dalam hidup kita juga membuat kita gerah. Itulah kuasa Tuhan. Mengapa DIA menciptakan suatu unsur yang terdiri dari beberapa huruf yang jika disatukan akan menjadi satu kata yang berarti, yaitu C-I-N-T-A. Berawal dari benih-benih rasa sayang yang hadir di setiap kepala sehingga menumbuhkan CINTA diantara dua kepala yang saling berkaitan. Jangan selalu menganggap kita yang benar. Untuk apa Tuhan menciptakan dirinya (sosok yang kita cintai) jika bukan untuk membenarkan salah yang kita buat, menjaga saat kita terancam, menemani saat kita sendiri, dan mendengarkan saat kita ingin bersuara. Sayangi dia yang kita sayang, cintai dia yang kita cinta. Sejatinya yang keras bisa dilembutkan, yang angkuh bisa dirobohkan, yang biasa bisa menjadi luarbiasa dan yang tak sempurna akan menjadi sesempurna yang kita inginkan bila kita mau sabar dan saling memahami. =)

Good luck buat kalian semua (tanpa terkecuali).
-monyet chabell-

hadooooh

cuma karna belain guruku yang unyu, AKU KUDU BIKIN BLOG YANG BARU ==.==

Minggu, 29 Januari 2012

Saat Aku Selabil Temanku :')

0 komentar
Aku pernah mempunyai seorang pacar, lebiih tepatnya pacar pertama. Selama duatahun lebih beberapa bulan aku menjalllin hubungan yang sebenernya sangat menyiksa batinku. kenapa sampe duatahun? ya, karena akunya aja yang begok -ini pendapat dari teman-teman terdekatku- dan mau-maunya dibegoin sampe selama itu. tidak jarang teman dan kerabat memberikan komentar-komentar pahit mengenai hubunganku dan dia -mantan- tidak hanya itu berbagai pendapat dan saranpun tidak jarang keluar dari bibir polos kerabat yang bagai malaikat dalam hidupku. namun tak jarang juga aku mengabaikan semua perkataan mereka. bagiku -saat itu- semua omongan, komentar dan pendapat dari mereka hanyalah omong kosong yang tak berarti. "ini hubunganku, yang ngejalanin juga aku. bukan kalian! so, tau apa kalian tentang aku dan dia?!" pikiran yang simple namun sangat bodoh bagiku kini.
aku dan temanku -kala itu-

aku dan temanku -sekarang-
sebaik dan sebenar apapun yang teman katakan pasti ga ada nilainya dibanding semua kebusukan yang dibuat oleh -pacar- orang yang lagi kita bangga-banggain. tapi, begitu kita udah tau gimana buruknya -pacar- orang yang selama ini kita elu-eluin, pasti deh larinya bakal balik ke pundak temen yang kala itu teramat buruk dimata kita.

Sabtu, 28 Januari 2012

Nadin Keysadewa

0 komentar
Pagi ini sangat cerah, awan putih menghiasi dinding-dinding langit. Untuk hari ini anginpun tidak terlalu berambisi untuk berhembus, cukup berlarian dengan santai sehingga memberikan sepoian tiap hembusan nafasnya. Mataharipun belum nampak terlalu menyengat, namun cukup memberi kehangatan untuk tubuh setiap individu. Mendung dan gelapnya hari kemarin seakan terhapus oleh indahnya pagi ini. "heeem, very beautiful on sunday morning" sambil membuka jendela dan menghirup udah segar yang tidak dapat dirasakan oleh kakakku yang cantik.

Rabu, 25 Januari 2012

Aku Suka Karena Menarik

0 komentar
Jika berbicara mengenai KESUKAAN, pastinya setiap individu memiliki kesukaan masing-masing di dalam dirinya. Begitu juga dengan aku. Mungkin banyak anak laki-laki menyukai segala hal-hal yang berbau bola, otomotif, sport, tantangan dan lain-lain. Begitu juga halnya dengan para gadis, makhluk yang tercipta dari satu potongan tulang rusuk laki-laki ini banyak menyukai hal-hal seperti menari, membaca, menulis, atau kegiatan lain yang juga tak kalah mengasyikan. Aku sebagai kaum hawa juga tidak mau kalah. Jika kamu bertanya *apa hal yang paling kamu sukai?* atau *apa kesukaanmu?*, inilah jawabanku...

Selasa, 24 Januari 2012

Pelangi dari Tuhan =)

0 komentar

*sesali tak sejak dulu ku miliki dirimu. Ternyata kaulah yang paling mengertiku* kunyanyikan sebuah lagu sambil diiringi petikkan dawai gitar yang merdu hanya untuk kamu, Nisya Kiyara. Semoga kamu mendengarnya di kejauhan sana =)

Pelangi dari Tuhan

         Deringan telepon genggamku membangunkan tidurku yang lelap. “siaaal, dasar anak baweeel” gerutuku dalam hati saat mengetahui bahwa itu sekedar misscall dari Icha. Tanpa memperdulikan kelakuan isengnya yang sudah sangat sering seperti itu, akupun melanjutkan tidurku di hari libur yang tenang ini.
     “Dikaaa, bangun dooong. Ini aku, Vera” suara lembut itu kali ini membuat aku sangat bersemangat untuk membuka mata.
        “Ichaaaaaaaaa! Ngapain sih lo ada disini? Trus, mana Vera? Lo dateng sama dia kan?” bukannya menjawab semua pertanyaanku, anak ingusan ini malah ketawa cekikikan. Eiiits, jangan bilang kalo yang ngebangunin gue tadi itu lo mak lampir?!”
         “he-em” angguknya pelan namun mengiyakan.


Senin, 23 Januari 2012

Mata-mata Sekolah

0 komentar

Hembusan angin yang sejuk menyapaku setiap pagi. Membangunkanku dari lelapnya tidur semalam. Membuyarkan mimpi indah yang semalam sedang berkeliaran dilelapan pejamku. Menyegarkanku sesaat kabut masih menggelayutiku. Menggiringku untuk segera melangkahkan kaki untuk mengejar mimpi yang akan aku kejar lewat bangku-bangku diam itu. Segera bersolek selayaknya gadis berseragam putih abu-abu lainnya. Dan yang tak terlupakan “ Paaa, Maaa...uang sanguku mana? “. Segera berangkat dengan berbagai perasaan yang berbeda setiap harinya. Kadang bahagia, malas untuk berangkat, kadang kala tergesah-gesah karena tugas yang menumpuk dan belum terselesaikan, dan juga terkadang aku sangat tidak sabaran untuk segera tiba di satu gedung yang berpagar sederhana namun menyimpan sejuta kejutan di dalamnya dan juga berisikan orang-orang pandai yang dengan ikhlas membagikan ilmunya kepada muridnya. SEKOLAH. Ya, sekolah-lah tempat yang aku maksud. Tempat yang setiap harinya aku jadikan tempat untuk menghabiskan waktu.
Inilah Gedung dimana Aku, Dia dan Memulai Masa Depan.


Sekolah. Entah getaran apa yang aku rasakan saat aku memikirkan kata S-E-K-O-L-A-H. Tempat dimana aku dilatih berbagai cara untuk meraih cita-citaku. Tempat dimana aku mendapatkan banyak pengalaman mengenai berbagai hal. Tempat dimana aku memiliki lebih dari dua orang papa dan mama selain kedua orang tuaku. Tempat dimana aku bercerita tentang semua kesombongan yang aku punya. Tempat dimana aku merasakan kenyamanan saat aku benar-benar sendiri. Dan tempat dimana aku belajar mengarang kata-kata ini, serangkaian kalimat yang dulu menurutku teramat sulit. Mungkin jika aku menceritakan setiap detil dari S-E-K-O-L-A-H, lembaran kertas dan ribuan halaman tidak cukup untuk menampung tulisan jelekku ini. Jadi, singkat cerita aku akan sedikit menuliskan sekelumit hasil dari MATA-MATA SEKOLAH yang aku alami sendiri.

“... ya, sayalah wali kelas kalian semua. Selamat bekerja sama di kelas ini, XII-IPA 1”
“ horeeeeeeeeeeeee...horeee” seru 28 murid yang sudah resmi menyabet gelar sebagai kakak kelas tertinggi di sekolah.


ES-EM-A :)

0 komentar
Sambil mengusap muka dengan kedua telapak, ku buka kedua kelopak mataku. Terasa ada yang basah dipipiku, saat kuusap ternyata air mata yang mengalir dari mataku. Dagdigdug jantungku masih terasa, tidak seperti biasanya kali ini sedikit lebih cepat. Enggan untuk mengingatnya , tetapi kejadian itu masih jelas di benakku. Seolah-olah ada orang yang memutarkannya kembali di dalam memori otakku. “oh Tuhan, terlalu cepat semua ini bagiku” bisikku perlahan kepada Tuhan.
wajah ceria anak SMA


     

    

Tentang dua kepala

0 komentar
Tentang dua kepala...

Menghadapi kepala kita sendiri itu terkadang sulit. Kadang kita sendiri gak paham sama apa yang kita pikir dan kita mau. Tapi, kenapa kita mau untuk menerima satu kepala lagi hadir dalam diri kita? PACAR, ya inilah satu kepala yang terkadang malah membuat kita jauh lebih bingung. Bagaimana tidak, dua ekor kepala mencoba untuk melebur menjadi satu. Salah-salah malah terkadang kepala terasa mau pecah. Dua pribadi yang keras susah untuk disatukan. Tapi kenapa kita memaksa untuk tetap bertahan dan mencoba untuk mempersatukannya? Suatu hal yang bodoh. Tapi terkadang tak selalu bertabrakan. Ada kalanya satu kepala memilih untuk mengalah, meski enggan untuk selalu mengalah. Yaaaah, itulah diri kita. Hidup dengan satu kepala terkadang amat sangat membosankan. Tetapi, dengan adanya satu kepala lain dalam hidup kita juga membuat kita gerah. Itulah kuasa Tuhan. Mengapa DIA menciptakan suatu unsur yang terdiri dari beberapa huruf yang jika disatukan akan menjadi satu kata yang berarti, yaitu C-I-N-T-A. Berawal dari benih-benih rasa sayang yang hadir di setiap kepala sehingga menumbuhkan CINTA diantara dua kepala yang saling berkaitan. Jangan selalu menganggap kita yang benar. Untuk apa Tuhan menciptakan dirinya (sosok yang kita cintai) jika bukan untuk membenarkan salah yang kita buat, menjaga saat kita terancam, menemani saat kita sendiri, dan mendengarkan saat kita ingin bersuara. Sayangi dia yang kita sayang, cintai dia yang kita cinta. Sejatinya yang keras bisa dilembutkan, yang angkuh bisa dirobohkan, yang biasa bisa menjadi luarbiasa dan yang tak sempurna akan menjadi sesempurna yang kita inginkan bila kita mau sabar dan saling memahami. =)

Good luck buat kalian semua (tanpa terkecuali).
-monyet chabell-

Senin, 09 Januari 2012

hadooooh

0 komentar
cuma karna belain guruku yang unyu, AKU KUDU BIKIN BLOG YANG BARU ==.==